Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif Hari Ke 5 - Sebuah Buah Tangan

Senin, 10 September 2018

Hari ini entah kenapa saya ingin sekali membeli sebuah Pretzel di Aunties Anne, sangat random sekali memang. Awalnya mau gofood ke kantor, tapi setelah melihat ongkir nya yang cukup lumayan, akhirnya saya putuskan untuk mengurungkan niat saya untuk gofood ke kantor. 

Sepulang dari kantor, saya memutuskan untuk membeli sendiri pretzel ke tokonya, saya mampir di sebuah Mall terdekat, dan mampir lah ke Aunties Anne. Sesampainya saya disana, saya terpikir untuk membawakan Pretzel tersebut untuk Ayah dan Bunda di rumah, namun sempat galau karena kami bukan tipikal keluarga yang suka nyemil nyemil makanan malam hari, jadi nanti malah mubadzir lagi, tapi di satu sisi berpikir masa pulang ke rumah ngga bawa buah tangan? Akhirnya saya memutuskan untuk membelinya.


Image result for pretzel auntie anne
Pics from Google
Sesampainya di rumah :


Saya : "Bun ini ada Pretzel ya buat di rumah" (meletakkan makanan di atas meja makan.
Bunda : (sedang bersiap untuk sholat) "Ya, De"

Kemudian saya berlalu ke kamar.

Beberapa saat kemudian :

Bunda : "Bunda cicip ya, De kuenya. Kue apa sih ini? Kesukaan Dimas ya?"
Saya : "Iya, Bun makan aja. Ade udah beli juga kok tadi"

Keeseokan harinya, yaitu pagi tadi, Pretzel tersebut masih ada di atas meja. Kemudian dalam hati aku membatin tuhkan bener kalau dibawain makanan pasti ngga habis deh, sayang kan jadinya. Daripada membantin kemudian saya utarakan lah keluhan ini ke ayah dan bunda.

Saya : "Kok belom habis bunn Pretzelnya? Tuhkan jadi mubadzir deh kan kalau udah pagi gini jadi ngga enak udah ngga hangat"
Bunda : "Lah Bunda kira Ade mau makan, makanya kemarin ngga Bunda makan"
Saya : "Lah, Kan Ade udah bilang Bun kemaren, ade udah makan sebelumnya. Kan jadi mubadzir ngga abis gini"
Bunda : "Yah Bunda ngga denger"
Saya : "Yaudah besok-besok kalau Ade taruh makanan di atas meja Bunda makan aja, besok-besok Ade perjelas deh ya kalau bawa makanan"

Hikmahnya yang dapat diambil :

Choose The Right Time
Ini bener banget, harusnya saya bisa bilang bahwa makanan ini untuk dimakan sama Ayah dan Bunda saat Bunda sedang memperhatikan, bukan saat Bunda lagi bersiap-siap sholat, sehingga informasi tidak tersampaikan dengan benar.

Clear and Clarify
Apabila ada yang mengganjal di dalam hati, daripada berasumsi sendiri lebih baik kita mengklarifikasi. Bisa dibayangkan jika saya tidak bertanya langsung ke Bunda kenapa makanannya ngga habis, mungkin kedepannya saya jadi ngga akan bawa buah tangan ke rumah, tapi ketika saya sudah klarifikasi, jadi jelas permasalahannya dimana, dan jadi tidak ada salah sangka lagi.

Hari Ke 5 ini intinya adalah saya masih harus banyak praktek komunikasi produktif lagi heu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

20 tahun kemudian

siapa yang nggak inget tugas bahasa Indonesia dari Ustadzah Tati tentang cerita kamu 20 tahun ke depan? semua angkatan 7 nurul fikri boarding school pasti inget deh, soalnya tugasnya lucu banget, seorang bocah smp harus mengarang bagaimana hidupnya di 20 tahun ke depan, dan this is it, ini dia. (kalau ga salah ini lagi ada tugas tentang imbuhan deh atau kata sifat gitu, jadi pemakaian kata sifatnya agak lebai) Kamis, 11 Mei 2006 20 Tahun Kemudian (umur 33 , tahun 2026) Alhamdulillah, aku seorang dokter anak, yang membuka praktek di rumah. Telah menikah dengan seorang ikhwan yang telah mendapat hidayah dari Allah beberapa tahun lalu sebelum kami menikah. Aku menikah pada saat umur 23 tahun, sebenarnya aku ingin menikah pada umur 25 tahun, namun ya...sudah ada yang melamar, mau diapain lagi? Ok, sebuah rumah mungil nan indah adalah tempat tinggalku bersama dengan seorang suami yang berinisial "F" dan kedua orang anak perempuan dan lak-laki. Yang perempuan bernama L...