Langsung ke konten utama

Memahami Gaya Belajar #4

Melanjutkan cerita kemarin mengenai belajar Mind Power, salah satu materinya adalah membuat Mind Map untuk memudahkan kita belajar. Menurut saya, membuat Mind Map adalah metode pembelajaran yang sangat visual, karena dalam pembuatannya kita diminta untuk memberikan banyak warna agar lebih mudah mengingat apa yang kita tulis. Selain warna, kita juga boleh menggambar apabila kita tidak bisa mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata, tapi karena saya sangat lemah dalam hal menggambar, maka pastinya saya akan menulis saja haha.

Sambil mengerjakan Mind Map, biasanya saya senang mendengarkan musik, dan musiknya juga bukan lagu-lagu yang sudah saya hapal, jadi biasanya saya lebih prefer sambil mendengarkan akustik atau musik klasik.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.