Langsung ke konten utama

Memahami Gaya Belajar #3

Sabtu ini saya ada agenda untuk mengikuti sebuah training berjudul "Mind Power" di kampus, belajar bagaimana kita bisa memaksimalkan kekuatan pikiran kita untuk hal-hal yang baik dan membantu kita untuk afirmasi hal-hal yang ingin kita dapatkan. Dalam praktek mind power ini kita diberikan modul yang saya perlu waktu terlebih dahulu untuk membaca modul tersebut agar ketika dijelaskan saya bisa mengikuti dengan baik. Tidak lupa penampilan saya harus mendukung untuk meningkatkan mood belajar mind power ini. Setelah mendapatkan teori, kita diminta untuk praktek dengan cara atraksi-atraksi yang mungkin tidak masuk di logika namun dengan kekutatan pikiran kita bisa melakukannya, contohnya adalah menjatuhkan bohlam lampu dari suatu ketinggian namun tidak pecah, dan ini semua bukan sulap bukan sihir hanya menggunakan kekuatan pikiran masing-masing, apabila kita ragu, maka bohlam tersebut tetap akan pecah.
Malam harinya, saya memasak tomyam instan yang saya beli dari seorang teman di kampus. Dalam metode pembuatannya, saya membaca terlebih dahulu instruksinya, namun karena sering lupa, jadi selama membuat, saya juga sambil berbicara kepada diri sendiri agar tidak lupa mengenai urutan pengerjaannya, dan voila! Tomyam nya jadi dan enak bangeeeet!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

17 years of Love Song

Apa yang muncul di benak lo pas baca title itu ? hahhaa pasti sesuatu yang romantis deh #soktau hahhaa jadi sebenernya ini tuh judul novel, pengarangnya sama kayak pengarang Summer Breeze (pasti tau lah). sebenernya dari cover luarnya tuh udah keliatan sendu banget gitu, gue liat novel ini waktu di stand nya puspa swara di islamic book fair kemaren, akhirnya gue beli lah ini buku dan ternyataa.. jreeng jreeng jreeeng.... gue nangis baca buku nya. sedih banget asal lo tau, sebenernya nggak tebel bukunya, tapi entah kenapa kayaknya tuh panjang banget ceritanya, dan lama, dan gue sangat terbawa sama ceritanya, sedih banget, gue sampe nangis terus sampe keinget-inget sama novel ini, aduuh emang lebai banget, tapi ya itu lah haha. jadi sinopsisnya gini... --Ada seorang anak laki-laki, namanya Leo, dia pindah ke kampung sama ibunya dari Jakarta, soalnya Orang Tuanya abis bercerai dan dia ikut ibunya pulang ke kampung halamannya di purwakarta, ini ceritanya setting tahun 91-an . terusnya , di...