Langsung ke konten utama

Postingan

Five Love Language

Pertama kali denger tentang five love language ini pas S1, tapi lupa juga waktu itu kejadiannya apa. Tapi makin kesini makin sering denger tentang 5 love language, apalagi sering banget dibahas di curhat Babu nya Nucha dan Ario (sok kenal banget maapin wk saking seringnya denger podcast mereka dan followers Bapak Ario dan Ibu Nucha yeay).  Nah, jadi apa sih sebenernya five love language? Sepemahaman aku dengan bahasa ku sendiri adalah bahasa cinta kita #eaaa. Jadi, masing-masing dari kita itu punya bahasa nya sendiri dalam mengekspresikan dan preferensi dalam mencintai. Jadi, kita itu lebih suka dicintai dengan cara apa sih sebenernya? Ada 5 tipe, makanya dinamakan dengan five love language, yaitu : 1. Words of Affirmation Jadi kita suka dicintai dengan cara diberikan kata-kata atau pujian. 2. Receiving Gifts Kita lebih suka dicintai oleh orang dengan cara diberikan hadiah-hadiah 3. Quality Time Kita lebih suka dicintai dengan cara menghabiskan waktu bersam...

Kunci Kebahagiaan

Pagi ini alhamdulillah dikasih rezeki sama Allah bisa dengerin kajian Aa Gym dari IG live. Saat-saat #DiRumahAja gini bikin kangen denger kajian Aa Gym di Baitul Ihsan, malam-malam lelah pulang kantor atau kuliah, kemudian diceramahin sama Aa yang suara nya super nenangin masya Allah huhuhu sudah berapa lama ngga kesana Fin? Giliran gaboleh kemana-mana kayak gini baru sadar nikmatnya kajian langsung ya. Dasar manusia. Satu hal yang ku dapat pagi ini adalah mengingatkan kembali bahwa kunci kebahagiaan itu adalah Ridho sama ketetapan Allah. Kalau kita ridho, ikhlas sama apa yang Allah takdirkan untuk kita, kita ngga akan tuh rungsing, pusing mikirin duniawi. Dan hal ini lagi relate banget sama diri ini, ketika beberapa hari terakhir banyak diserang was-was, pikiran yang kemana-mana, takut ini takut itu, serba penuh dengan asumsi. Asa penuh aja itu otaknya. Oh, ternyata Fina lupa menggantungkan semuanya sama Allah, da manusia mah tugasnya ikhtiar, setelah ikhtiar harus ikhlas dan tawa...

Minggu ke 8 Tahap Ulat

Perjalanan mencari buddy ternyata susah susah gampang. Sejak dapet tantangan di hari kamis, mulai agak deg-degan takut ga dapet buddy, takut ga ada yang mau jadi buddy juga karna udah pada dapet buddy, dan sebagainya. Kemudian mikir-mikir, baiknya aku cari duluan atau nunggu aja ya? Tapi kemudian sepertinya saya harus coba cari duluan di hari kedua biar masih kebagian wkwk karna kan bisa aja ternyata kita ganjil jadi ada yang ga dapet buddy. Alhamdulillah dengan izin Allah mencoba keluar dari zona nyaman, menghubungi Mba Muti yang sudah sempat berkenalan sebelumnya di sesi cari teman. Sama-sama di regional tangsel, dan sama-sama lahir di bulan November tapi beda 10 tahun masya Allah bisa pas gitu hihihi. Alhamdulillah lamaranku diterima! dan resmi lah aku mendapatkan buddy :') dan kita mulai menentukan jadwal buat saling curhat dan kemudian bertukar mind map untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk buddy masing-masing. Perjalanan mencari bekal juga tidak mudah gengs, karna ...

Minggu ke 7 Tahap Ulat-Ulat!

Silakan dinikmati hasil 6 minggu terakhir~

Life-changing Moment?

Menuju (insya Allah) 27 Tahun di tahun 2020. Ya Allah suka ga nyangka adalah ga berasa banget tau-tau w udah setua ini :'' Tidak bisa dipungkiri bahwa semenjak lulus kuliah, tepatnya sih lulus Apoteker kali ya banyak hal-hal yang terjadi yang mungkin banyak membentuk aku menjadi lebih dewasa (sok banget astaga), tapi setidaknya memang beberapa tahun terakhir banyak refleksi diri, banyak kenalan lebih dalam sama diri sendiri, banyak mendengarkan diri sendiri, dan banyak juga mendapat insight dari orang lain.  Sebenernya kalau yang disebut life-changing moment itu banyak ya (loh), pertama yang beneran ku rasain adalah berubah menjadi lebih mandiri waktu masuk pesantren jaman SMP. Anak SMP mana sih yang ngga sedih tau-tau tinggal di luar kota yang jauh dari orang tua, dan pulangnya cuma pas libur semester dan lebaran aja? Waktu itu agak shock terapi sih ya karna ternyata syulit ya beb buat tinggal jauh dari orang tua, apalagi buat anak SMP wkwkwk hal-hal yang membuat ku m...

Minggu ke Lima di Kelas Ulat-Ulat

Memasuki minggu ke 5 semakin menantang dan diluar zona nyaman banget ya tantangannya, tapi senaaang jadi bisa berkenalan dengan beberapa mba mba dan ibu-ibu hihihi Alhamdulillah dapat 5 teman baru dan inilah hasil survey kecil-kecilan terkait kelas favorit mereka! Oh yaaa sekilas infoo di camping ground kali ini, saya berkenalan dengan Mba Ningrum, Mba Muti, Mba Rima, Mba Runa, dan Mba Inaak. Seneng juga ternyata bisa ngobrol kepo-kepo tentang kesibukan ibu-ibu masa kini :') ada yang di ranah domestik, ada yang di ranah publik dan semuanya semangat buat belajar hal-hal baru agar tetap bahagia, salut lah pokoknya!

Minggu ke Empat di Kelas Ulat-Ulat!

Mungkin buibu lainnya sudah pada beranjak ke kelas yang lain untuk icip ilmu lainnya, tapi ku masih sayang di kelas TM dan masing perlahan memahami ilmunya. Berhubung minggu lalu minta saran buku yang enak dibaca untuk paham TM dasar, jadi minggu ini baru banget selesai baca buku TM dasar dengan judul Talent Mapping karya Abah Rama Royani. Bukunya insightful banget sih, meyakinkan bahwa kenal bakat kita itu penting loh dan bisa membuat kita jadi jauh lebih berdaya. Memang ini ya aliran nya Gallup dan Strength-based banget sih, jadi benar-benar mengutamakan kelebihan kita. Kalau di kuliah, yang dipelajari terkait talent mapping itu ya seseorang dicari kecocokannya berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan di tiap posisi, jadi memang ini aliran lainnya lah (pernah juga dibahas sama pembimbing di kampus soalnya). So, apa yang saya dapatkan dari membaca buku ini? Pertama, memang keyakinan bahwa menemukan bakat itu penting. Kedua, mulai mendalami bakat gue tuh apa sih sebenernya...