Langsung ke konten utama

Postingan

Mari mengalirkan rasa......

Mengerjakan tugas tiap level itu selalu tidak mudah, seringkali materinya menarik bangeeet tapi entah kenapa jadwal lagi padat merayap sampai gabisa ngerjainnya. Seringkali saya berpikir mungkin sayanya juga yang gabisa bagi waktu, dan tiba-tiba kelas bunsay sudah hampir pada penghujung level, level 11!  Setiap level membuat saya semakin melengkapi puzzle puzzle rasa penasaran bagaimana sih sebenarnya mendidik anak, walaupun ketika berhadapan langsung dengan keponakan aja suka bingung sendiri, tau sih teorinya gini, tapi kok tetep aja ya buat diaplikasikan itu susah hahaha setidaknya calon-calon ibu itu harus banyak belajar, karna dalam islam juga mengajarkan bahwa belajarlah hingga ke negri cina, bahkan hingga liang lahat.  Salah satu motivasi terbesar di level ini adalah, ayo fin dikerjain daripada nanti ngulang level bunsay dari awal lagi  he he he he he . Sudah sejauh ini masa mau mundur kan ya? Semangat 1 level lagi!

Menjawab Pertanyaan Anak!

Materi terakhir ini lucu sekali dan ya bisa jadi contekan kelak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan random dari anak terkait fitrah seksualitas. Pertanyaan yang muncul misalnya adalah "Ibu, menikah itu apa?" (Pertanyaannya simpel ya, tapi jawabnya pasti jadi bingung hahaha) "Seksi itu apa?" "Ibu, seks itu apa sih?" Hayo, jadi kalau ditanya pertanyaan seperti itu jawabannya apa ya kira-kira? Nah kali ini dibahas mengenai tips menjawab pertanyaan dari anak yang suka random haha Pastinya, kita tidak boleh menunda atau mengalihkan topik karena kita tidak tahu jawabannya, ada baiknya mencari tahu bersama bila kita tidak tau jawabannya. Sesuaikan jawaban dengan umur anak Anda, dan apabila bertanya terkait seksualitas, jawablah dengan tenang dan jangan merasa seksualitas itu topik yang tabu.  Beberapa tools juga bisa digunakan untuk memudahkan kita menjawab pertanyaan anak, misalnya gambar, buku, internet, media dan alat peraga lainnya...

Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual

Melanjutkan dari materi sebelumnya mengenai peran orang tua, nah sekarang bagaimana sih efek atau influence lingkungan terhadap kejahatan seksual? Yang membuat sedih adalah kalau kita melihat efek-efek negatif bisa terjadi kekerasan seksual terhadap anak, yaitu depresi, stress pascatrauma, kegelisahan, kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa. Hal-hal tersebut sangat ingin kita hindari, maka kita perlu menjaga anak kita dari kekerasan seksual.  Seringkali, bahasan mengenai seks itu masih dianggap tabu sehingga tidak pernah dibahas oleh orang tua langsung ke anak. Padahal, kalau bukan ke orang tuanya, anak akan mencari tahu ke orang lain, dan bisa melalui media digital sepertu youtube ataupun situs-situs yang tidak benar.  Ada hal menarik yang dibawakan oleh kelompok 9 ketika presentasi terkait materi ini di group WAG, yaitu ada cuplikan wawancara dengan pendidik terkait peran lingkungan terhadap perkembangan fitrah seksualitas anak.  ...

Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

Akhir-akhir ini banyak kejadian terhadap kejahatan seksual pada anak-anak, selain memang kesalahan dari perilaku, tapi ada baiknyaa kita sebagai orang tua juga memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bagaimana cara menjaga diri agar menjadi bekal perlawanan diri bila ada potensi kejahatan seksual. Lalu bagaimana peran orang tua? Orang tua harus membangun kedekatan dengan anak agar anak terbuka dan mau cerita apapun yang mereka alami Tumbuhkan rasa cinta kepada Allah dengan senantiasa menumbuhkan rasa syukur Perkenalkan ajarkan nama bagian tubuh, ajarkan bagian tubuh mana yang boleh disentuh oleh orang lain dan mana yang tidak Perkenalkan perbedaan bagian tubuh laki dan perempuan Mulai memperkenalkan batasan aurat perempuan dan laki-laki Perkenalkan juga alat reproduksi makhluk lain (tumbuhan dan binatang) Bila sudah mulai masuk antara 6-8 tahun, mulai perkenalkan perubahan tubuh sesuai dengan gender nya masing-masing

Penyimpangan Seksualitas, Solusi, dan Pencegahannya

Semenjak ramainya kasus suka sesama jenis, maka orang tua harus aware dan faham bagaimana penyimpangan seksualitas dapat terjadi pada anak.  Menurut kelompok 7, ada dua faktor yang mempengaruhi penyimpangan seksual, yaitu : 1. Faktor Psikologis     - Pengalaman di masa lalu akibat pelecehan seksual 2. Faktor Biologis     - Kadar hormon yang abnormal dan kelainan struktur kinerja otak Nah Penyimpangan seksualitas tidak hanya berbentuk homoseksual, tapi ada juga yang menjadi mengalami gangguan identitas jenis masa kanak-kanak dan gangguan jenis identitas tidak khas seperti terganggu secara psikologis, padahal anatomi tubuhnya berbeda dengan keinginan psikologisnya. Ada juga namanya Parafilia, yaitu ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok tertentu. Gangguan lainnya adalah disfungsi psikoseskual, sehingga terkadi perubahan psikofisiologis yang terjadi pada orang yang sedang bergairah seksual. ...

Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas

Materi kali ini sangat up-to-date dan memang menjadi tantangan bagi orang tua masa kini, dimana media digital dapat berpengaruh pada perkembangan fitrah seksualitas anak-anak. Nah, pengaruhnya dimana dan seperti apa sih? Alhamdulillah sudah dibahas oleh kelompok 6 Bunsay Pranikah yeay Media digital tidak selalu berkorelasi dengan hal-hal yang buruk dan memperburuk perkembangan fitrah seksualitas anak. Tapi disamping itu pengaruhnya banyak juga hal yang positif seperti menjadi wadah informasi secara biologis yang luaaas dan dapat mengambil berbagai macam sumber, nah agar sumbernya terpercaya dan tidak sesat, maka pendampingan orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi anak-anak yang sedang mengakses konten di mdia digital. Selain membuka pengetahuan, ternyata media digital juga membuat orang tua jadi lebih aware dan hati-hati terhadap perkembangan gender di lingkungan sekitar.  Nah yang paling ditakutkan oleh orang tua adalah ketika anaknya mengakses video porno karena...

Akil dan Baligh?

Materi yang baru lagi dan membuka wawasan lagi! Apalagi judulnya adalah Pentingnya Akil dan Baligh secara bersamaan, nah loh saya juga baru tau bahwa Akil dan Baligh itu berbeda. Jadi ternyata perbedaannya adalah : Aqil = Matang secara psikologis Baligh = Matang secara fisik Dan ternyata penting sekali ketika aqil dan baligh terjadi bersamaan, bahwa kecakapan untuk menakar menimbang harus beriringan dengan kematangan fisik. Seharusnya pada masa ini terjadi keseimbangan antara kematangan fisik dengan kematangan psikologis.  Lalu bagaimana caranya mempersiapkan aqil dan baligh secara bersamaan? 1. Memiliki kemampuan basic life skill 2. Mampu berpikir fokus 3. Mampu memimpin diri sendiri dengan baik Sehingga ketika anak kita sudah mencapai Baligh, akan sesuai dengan tahapan aqil yang juga sudah siap sehingga tidak terkaget-kaget dan perilakunya masih mencerminkan anak yang belum matang.