Langsung ke konten utama

Postingan

Mari merenung sejenak

Karena perasaan terburu-buru datangnya dari setan maka aku khawatir bahwa semua perasaan ini datang karena aku mulai jauh dari-Mu. Manusia pada dasarnya memang tidak pernah puas dan selalu lupa akan omongannya. Aku ingat sekali, sering teman-temanku bertanya “Mau apa fin setelah lulus?” dan aku selalu menjawab “mau jalan-jalan dulu, ah” Betapa aku terkadang, bahkan sering, masih memikirkan apa yang ingin aku lakukan setelah lulus. Apakah berkecimpung di dunia farmasi benar-benar menjadi minat ku selama ini? Ah sudahlah. Aku hanya ingat satu kalimat yang sangat terekam di dalam benakku, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain” Aku ingin menjadi apapun, kerja dimanapun, sebagai apapun yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Hanya sesederhana itu. Mungkin terlalu sederhana kalau dibandingkan dengan teman-teman ku yang mempunyai cita-cita S2 kesana, kesini, kesitu. Ah apalah aku yang mungkin masih seperti remaja, masih mencari jati diri...

Review Buku "Men are from Mars, Women are from Venus"

Akhirnya setelah download ebook, dan beli bukunya, selesai juga buku ini yeay *applause* Tagline yang dipakai dari buku ini adalah "The Definitive Guide To Relationship" jadi cocok banget buat yang lagi menjalani sebuah relationship (yang akan menjalani juga gapapa kok baca aja seperti saya mihihihihi). Buku ini kebetulan saya beli di pameran buku import, jadi harganya hanya 60.000 saja teman-teman! murah sekali untuk buku asli dan import. Di dalam buku ini terdapat beberapa bab yang secara runut akan menuntun kita untuk mencapai suatu goal dalam relationship.  Menurut saya pribadi, bukunya bagus dan dapat dibaca oleh semua gender, intinya nggak memihak ke salah satu gender dan nggak menyudutkan gender yang lain, jadi bener-bener membuat kita terbuka pikirannya akan sifat asli lawan jenis kita #eaa. Beberapa tips nya juga sangat aplikatif, banyak contoh contoh kalimat yang dapat langsung dipraktekkan apabila sedang dalam masalah dengan pasangannya. Intinya, buku ini ...

Volunteer-ing

Pertama kali berminat untuk ikutan komunitas-komunitas yang sifat nya relawan adalah waktu kapan ya........ pokoknya kegiatan Volunteer-ing pertama itu pas ikut Festival Gerakan Indonesia Mengajar tahun 2013, waktu itu emang udah mengikuti perkembangan Indonesia Mengajar, saat itu lupa juga darimana kenal Indonesia Mengajar, pokoknya tiba-tiba beli bukunya yang edisi pertama banget, pas baca langsung jatuh cinta........langsung wondering betapa hebat nya kakak-kakak ini semua berani keluar dari zona nyaman mereka, terjun langsung dan mengajar serta mendidik anak-anak Indonesia di pelosok dengan tujuan untuk menyalakan lentera-lentera di pelosok Indonesia. Gerakan yang sangat nyata, tanpa banyak basa-basi dan janji-janji palsu.  Kalau mau tahu ceritanya nih ternyata saya udah pernah bikin tulisannya hahaha Mari #KerjaBakti  saat itu seru banget sih, walaupun kita belom bisa terjun langsung ke pelosok daerah, tapi kita bisa kerja bakti bikin alat-alat peraga buat bahan ajar...

Bandung!

Akhirnya, 5 tahun sudah dilalui di Bandung. Pertama kali menginjakkan kaki di ITB bukan ketika diterima di ITB, tapi ketika diajak keliling-keliling ITB sama kak De, inget banget waktu itu diajak ke Labtek VIII, Sekolah Farmasi. Saat itu cuma bisa liat-liat, lihat papan pengumumannya, farmasi, apoteker, dan pengumuman-pengumuman lainnya yang gangerti juga itu tentang apaan haha.  Masuk ITB, Sekolah Farmasi, mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, berkenalan dengan teman-teman baru, mulai masuk Unit Kegiatan Mahasiswa, PSTK ITB. Berkenalan dengan banyak orang yang asli dari Jawa (saya mah setengah aja aslinya, setengah lagi bukan jawa), beradaptasi dengan budayanya, tiga tahun sepertinya 70% kegiatan saya ada disana, baru ketika tingkat 3 pertengahan mulai berpindah haluan ke himpunan mahasiswa Farmasi, bergelut dengan kaderisasi, metode, kajian, nilai-nilai, parameter, dan segala hal untuk mewujudkan karakter kader sesuai dengan karakter himpunan. Capek? ya pastilah, tap...

Then, Allah know the best

Alhamdulillah ya Allah Beberapa hari sebelum pengumuman, sambil mengisi waktu saya iseng browsing tentang Ujian Apoteker ITB. Blog-blog kakak kelas bermunculan, bercerita panjang lebar mengenai serangkaian ujian apoteker itb yang dikenal susah nya minta ampun. Saya membacanya hanya bisa menelan ludah, mengingat 3 bulan terakhir menjalaninya, dan hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa memberikan segalanya yang terbaik, meridhoi saya dan teman-teman untuk lulus segera dari kampus gajah ini. Alhamdulillah hari ini, 22 Agustus 2016 saya dinyatakan lulus dari serangkaian ujian terakhir menuju gelar Apoteker. Segala rasa campur aduk, namun tetap rasa yang paling sedih mendalam mengubur saya senang saya karena teman dekat saya belum dapat lulus berasama, ia masih harus berjuang di ujian selanjutnya. Rasa bahagia yang harusnya saya rasakan seketika sirna karna dilanda kesedihan, walaupun teman saya bersikap sangat tegar, sangat amat tegar.  Allah,  Tidak ada kata yang sa...