Langsung ke konten utama

Postingan

Karena

Karena terkadang kita terlalu sibuk dengan diri sendiri sehingga sering mengabaikan orang lain. Karena terkadang lelah itu hanya ada di pikiran saja sedangkan badan masih sehat. Karena terkadang kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang bahkan kita tak tahu kapan harus memilih. Karena ternyata tulisan ini hanyalah basa basi karena lagi capek mengerjakan seonggok revisian yang tak kunjung selesai dan pikiran sudah buntu. Karena menulis itu juga kinda stress reliever buat saya~~~~~~

Review : Dilan, Dia adalah Dilanku tahun 1990 dan 1991

Awalnya waktu keluar buku Dilan yang kedua (Dilan : Dia adalah Dilanku tahun 1991) heran banget kenapa booming banget dan kenapa semua orang pada baca. Saya termasuk orang yang cukup memperhatikan novel-novel yang lagi hits di toko buku tapi waktu yang dilan ini keluar saya kaget sih emang buku pertama nya kayak gimana sih sampe buku keduanya kok tiba-tiba terkenal banget wkwk *sirik*. Akhirnya satu hari di promosiin lah buat baca buku ini sama seorang teman, 'baca deh fii baguss, ya cerita jaman SMA gitu lah' tau nggak apa yang ada di dalam benak saya pas denger 'cerita cinta jaman SMA' itu? yah... cinta jaman SMA terkadang masih terlalu romantis dan kadang kenyataannya nggak seperti itu juga *sirik* *baper* Tapi akhirnya penasaran juga sih melihat adik saya, Dimas, punya novel ini lengkap dari yang #1 dan #2 jadi saya tertarik juga untuk membacanya. Dan..................... ya bener sih di dalam novel itu menceritakan sepasang kekasih -Dilan dan Milea- yang ya ka...

Deep Inside

Tulisan ini udah lama banget mau dibuatnya karna sepertinya sel mast dalam tubuh saya semakin tidak stabil dari hari ke hari mengakibatkan ruam merah di sepanjang kulit... cukup menggelikan... sampe ga habis pikir ini kenapa. Alergi? rasanya tidak, karna munculnya nggak tentu kapannya, ya walaupun dugaan kuat adalah alergi dingin karna intensitas munculnya lebih sering malam hari atau pagi banget. tapi kadang siang juga muncul lah langsung gagal deh asumsi alergi dinginnya. setelah bertanya kepada beberapa ahli, bukan dokter, cuma teman-teman yang sesama alergi-an seperti saya, kemungkinan terbesar adalah karena stres. what kind of stress kalau munculnya lagi di rumah? jelas-jelas rumah itu stress-reliever banget jadi aneh bangeeet kan kalau pemicunya stres. ternyata nggak juga.......setelah berbincang dan curhat sama bunda tercinta, bunda bilang, kadang stres itu nggak harus yang kita sadari seperti mau ujian, mau kuliah, atau baru putus cinta, tapi sebenarnya stres itu bisa juga...

Halo, Tante!

kyaaaaaa it's been so excited you know. 3 bulan terakhir ini menyenangkan sekali kalau lagi pulang ke rumah karna ketemu bayi cantik nan menggemaskan bernama Jenna. Keponakan pertamanya tante Fina :') kyaaaa begini toh rasanya jad tante, ya walaupun di rumah di pekerjakan jadi buruh gendong bayi endut ini dan kalau di gendong harus sambil jalan-jalan, bahkan sampe ngabisin satu album lagu anak-anak buat ngehibur Jenna biar anteng sama tante Fina hahaha Ternyata gini ya punya keponakan, ada 'mainan' banget di rumah yang bikin pengen pulang kalo di bandung pas nggak ada kerjaan, mending pulang ke rumah ada 'mainan' wkwk. Walaupun beratnya udah mau 6 kg jadi kalau gendong Jenna kayak lagi angkat barbel tetep aja ketagihan gendongnya terus ganggu-gangguin sampe dia sebel :p  Dan jadi ngerti banget kenapa tante-tante saya baik banget :'' mulai dari ngajakin jalan-jalan, ngasih baju-baju yang udah nggak muat, sampe ngajarin pelajaran SMA yang bahkan p...

Road to Sinai Mountain (2)

Setelah perjalanan yang sangat panjang kali lebar, tibalah kami di pos pendakian (?) menuju gunung Sinai. Saat itu pukul 11 malam kalau tidak salah, kami harus berjalan sekitar 3-4 jam sehingga dapat sampai di puncak ketika sunrise. Sebelumnya kami makan dan sholat terlebih dahulu kemudian siap-siap memakai jaket, karena perjalanan menuju ke atas akan sangat dingin. namun karena perjalanan naik gunung ini mendadak, akhirnya saya dan teman-teman saya hanya memakai jaket seadanya. Teranyata teman-teman satu rombongan kami ada yang sudah berkali-kali naik gunung sinai sehingga mereka sangat santai, tidak membawa tas ke atas dan hanya bermodal senter dan air minum saja. lagi-lagi karena kami super duper newbie, kami membawa ransel ke atas takut ada apa-apa dan untungnya ranselnya memang ringan jadinya tidak menyulitkan perjalanan kami ke atas.  sejujurnya ini kali pertama banget naik gunung wkwkw norak banget ya pasti. Pas baris juga kami nggak mau jalan di belakang-belakang bange...

Road to Sinai Mountain (1)

Wacana hanyalah wacana, niat hanyalah niat, padahal tadinya udah niat mau nulis segala hal waktu di Alexandria, tapi malah semangat nulis ini duluan. Awalnya, dalam rencana perjalanan saya dan teman-teman tidak ada agenda 'naik gunung' Sinai, saya aja awalnya juga tidak tahu dengan pasti dimana keberadaan pegunungan Sinai ini -hehehe harap maklum nilai geografinya cukup jelek-. Kami baru memutuskan untuk ikut perjalanan menuju Sinai ini saat kami diajak oleh salah seorang teman kami dari Al-Azhar yang menjadi pemandu dan tempat berteduh kami selama di Cairo, kak Miftah. Awalnya kak Miftah menawarkan karena kami belum punya banyak rencana sedangkan tiket pulang kami dari Cairo menuju Jakarta masih 2 minggu lagi. Saat itu kami berada di Cairo karena menunggu idul Fitri agar kami bisa sholat ied dan makan ketupat sama teman-teman dari Al-Azhar Cairo, setelah idul Fitri rencananya kami akan pulang ke Alexandria -karena tempat kami sebenarnya berkunjung adalah Alexandria-. Setelah ...