Langsung ke konten utama

Postingan

Road to Sinai Mountain (2)

Setelah perjalanan yang sangat panjang kali lebar, tibalah kami di pos pendakian (?) menuju gunung Sinai. Saat itu pukul 11 malam kalau tidak salah, kami harus berjalan sekitar 3-4 jam sehingga dapat sampai di puncak ketika sunrise. Sebelumnya kami makan dan sholat terlebih dahulu kemudian siap-siap memakai jaket, karena perjalanan menuju ke atas akan sangat dingin. namun karena perjalanan naik gunung ini mendadak, akhirnya saya dan teman-teman saya hanya memakai jaket seadanya. Teranyata teman-teman satu rombongan kami ada yang sudah berkali-kali naik gunung sinai sehingga mereka sangat santai, tidak membawa tas ke atas dan hanya bermodal senter dan air minum saja. lagi-lagi karena kami super duper newbie, kami membawa ransel ke atas takut ada apa-apa dan untungnya ranselnya memang ringan jadinya tidak menyulitkan perjalanan kami ke atas.  sejujurnya ini kali pertama banget naik gunung wkwkw norak banget ya pasti. Pas baris juga kami nggak mau jalan di belakang-belakang bange...

Road to Sinai Mountain (1)

Wacana hanyalah wacana, niat hanyalah niat, padahal tadinya udah niat mau nulis segala hal waktu di Alexandria, tapi malah semangat nulis ini duluan. Awalnya, dalam rencana perjalanan saya dan teman-teman tidak ada agenda 'naik gunung' Sinai, saya aja awalnya juga tidak tahu dengan pasti dimana keberadaan pegunungan Sinai ini -hehehe harap maklum nilai geografinya cukup jelek-. Kami baru memutuskan untuk ikut perjalanan menuju Sinai ini saat kami diajak oleh salah seorang teman kami dari Al-Azhar yang menjadi pemandu dan tempat berteduh kami selama di Cairo, kak Miftah. Awalnya kak Miftah menawarkan karena kami belum punya banyak rencana sedangkan tiket pulang kami dari Cairo menuju Jakarta masih 2 minggu lagi. Saat itu kami berada di Cairo karena menunggu idul Fitri agar kami bisa sholat ied dan makan ketupat sama teman-teman dari Al-Azhar Cairo, setelah idul Fitri rencananya kami akan pulang ke Alexandria -karena tempat kami sebenarnya berkunjung adalah Alexandria-. Setelah ...

Sedang butuh....

Minggu depan minggu terakhir kuliah Profesi..... Minggu depannya lagi UAS.... Minggu depannya lagi masih UAS.... Minggu depannya lagi libur... Minggu depannya lagi masih libur.... Minggu depannya lagi masuk Pra-kerja praktik.... dst................ Sedang butuh...... Pikiran yang mau berpikir lebih jauh dari biasanya Pikiran yang tidak berpikir yang aneh-aneh dulu Pikiran yang mampu berpikir se-positif mungkin Mata yang mampu bertahan hingga larut malam Mata yang mampu terbuka saat 1/3 malam Mulut yang tidak banyak bicara yang tidak penting Mulut yang banyak berdiskusi dan bertanya Mulut yang jauh dari menggunjing orang Tangan yang mampu mengetik lebih banyak Tangan yang ringan untuk berinfak Tangan yang mampu menulis lebih banyak Kaki yang lebih ringan untuk melangkah ke tempat-tempat menimba ilmu Kaki yang lebih ringan juga untuk beranjak di 1/3 malam-malam-Mu Kaki yang lebih kuat untuk menopang tubuh ini agar mampu bertahan lebih lama untuk tidak sekedar ti...

Sekilas SabangMerauke Batch 3

Buat yang penasaran programnya ngapain aja, boleh nih nonton videonya kompilasi program selama 2 minggu :') 

Sekali Kakak, Tetap Kakak

Hari ini mendapat banyak inspirasi lagi untuk menulis setelah bertemu dengan teman yang sama-sama ikut seleksi menjadi Kakak Sabang Merauke namun ternyata ia belum berjodoh menjadi Kakak  Sabang Merauke dan tadi ia meminta saya untuk bercerita bagaimana 'seru'nya menjadi kakak  Sabang Merauke :')  Dimulai dari mengikuti Orientasi Kakak  Sabang Merauke di Cibubur, saya merasa saya dibentuk menjadi seorang 'Kakak', saya diberikan materi mengenai psikologi remaja, saya diajari bagaimana kita harus mulai bersikap sebagai role model untuk adik-adik  Sabang Merauke yang akan datang nanti. Saat itu saya benar-benar merasa saya sedang dibentuk menjadi kakak yang sesungguhnya.  Tidak hanya saya, tapi ada beberapa kakak  Sabang Merauke lainnya yang merasa harus menerapkan apa yang mereka dapat di orientasi tersebut kepada adik mereka masing-masing, karena ironi sekali kita berusaha mati-matian menjadi 'Kakak yang sesungguhnya' untuk adik  Sabang Me...

Menulis!

Photo credit by : Pulau Imaji Tahukah kau kenapa aku mencintaimu lebih dari yang lain? Karena kau menulis - Pramoedya Ananta Toer (Novel : Anak Segala Bangsa) dalam rangka melihat buku diary yang udah mau abis walaupun nulisnya kalo ada 'moment' doang. buku diary sejak 7 Maret 2014. walaupun ngisinya jarang-jarang tapi tetep bisa jadi bahan flashback banyak hal kebelakang *hening* *hmm*