Langsung ke konten utama

NHW Matrikulasi IIP Batch 4 #2

Bismillah

Bertemu lagi di NHW kedua dengan tema jengjengjeng

"Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan"

Point penting dalam membuat indikator ini adalah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time bound).

Mari kita membuat Homework kali ini dengan bermain peran...Andaikata aku menjadi......

1. Sebagai individu : (untuk meningkatkan kualitas diri sebagai individu)
  1. Sholat dhuha setiap hari
  2. Baca Al-matsurat min 5x sepekan
  3. Puasa sunnah min 1x sepekan
  4. Tilawah min 1 halaman per hari
  5. Olahraga min 1x sepekan
  6. Mengikuti kajian minimal 1x/ 2 minggu
  7. Sholat rawatib min 3x per hari
  8. Setiap 6 bulan-1 tahun harus menambah ilmu baru
2. Sebagai Istri : (mendapat ridho suami dan saling menjadi partner)
  1. Berdiskusi mengenai rumah tangga setiap hari (bisa tentang anak, hubungan satu sama lain)
  2. Mengalokasikan pengeluaran keluarga setiap awal bulan
  3. Menyiapkan sarapan dan bekal suami setiap hari
  4. Bersilaturahmi dengan keluarga suami minimal satu kali sebulan
3. Sebagai Ibu : (Menjadi Ibu Profesional)
  1. Membuatkan sarapan untuk anak setiap hari
  2. Menambah ilmu parenting minimal seminggu satu kali menambah ilmu
  3. Menemani anak-anak mengerjakan PR dan belajar setiap malam
  4. Bercerita bersama anak sebelum tidur
  5. Quality Time bersama anak seharian minimal satu kali sepekan, membuat banyak memory positif dan menyenangkan untuk anak-anak

Semua indikator ini dievaluasi setiap MINGGU, kemudian di evaluasi kembali setiap 6 bulan apabila sudah dapat dipenuhi semua, makan dapat dicoba untuk ditingkatkan (meningkatkan jumlah maupun jenis untuk setiap indikator), apabila belum, maka dilanjutkan. Dan semoga bisa direvisi kembali oleh suami kelak ketika sudah berumah tangga agar dapat disesuaikan dengan keadaan dan visi misi rumah tangga kami kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi UNPAD

Yak! Alhamdulillah saya sudah kelas 3 SMA, dan sepertinya sudah saatnya buat mikirin lebih serius mau ke universitas mana nanti, dan mau jurusan apa nanti, dan mau kerja apa nanti -,- . sebenernya gue agak males mikirin ini (aduh hidup gue~~) tapi ini harus, masa iya gue hidup mau terombang ambing sama arus laut gitu aja? nggak kan, yaudah jadi hari ini gue baru mencari-cari tentang satu fakultas yang sebenarnya sangat amat saya minati dibanding pilihan (dari orang tua dan kerabat-kerabat beserta tante dan kakak) yang lain. Dan gue ketiklah di mbah google "Fakultas Psikologi UNPAD" yeah :)) dan bermunculan berbagai macam sumber, ya ada yang menarik tapi ada juga yang belom memuaskan hati gue. Ini intinya :

Belajar Adat :o

Menurut gue, lebaran kali ini cukup ramai, dan ini kayaknya lebaran terakhir sama kakak dea dengan status belom menikah deh, tahun depan dia pasti lebaran sama keluarga barunya deh.........dan gue berasa jadi anak pertama, dan nggak kebayang betapa mati gayanya nanti di depan bunda dan sodara-sodara yang ngobrol, biasanya kan gue sama kakak pasti ngobrol berdua~ jadi ceritanya, setiap lebaran jarang banget kunjungan ke keluarga ayah yang di jakarta, karena biasanya kita ke jogja dan silaturahminya ke sodara-sodara di jogja. nah kebetulan banget kemaren ke rumah sodaranya ayah yang di daerah taman mini, namanya eyang bagyo, beliau itu jawa nya fasih banget lah istilahnya, dan wuih dapet ilmu gitu dari sana haha tau ga ilmu apa? jadi beliau berbicara tentang adat jawa -adat buat nikahan yang mau dipakai sama kakak dea nanti- ternyata adat-adat itu artinya sangat dalam loh :o jadi kalau mau pakai adat jawa, ada 4 adat yang nggak boleh ditinggalin, jadi kayak prinsip dasarnya lah,...

20 tahun kemudian

siapa yang nggak inget tugas bahasa Indonesia dari Ustadzah Tati tentang cerita kamu 20 tahun ke depan? semua angkatan 7 nurul fikri boarding school pasti inget deh, soalnya tugasnya lucu banget, seorang bocah smp harus mengarang bagaimana hidupnya di 20 tahun ke depan, dan this is it, ini dia. (kalau ga salah ini lagi ada tugas tentang imbuhan deh atau kata sifat gitu, jadi pemakaian kata sifatnya agak lebai) Kamis, 11 Mei 2006 20 Tahun Kemudian (umur 33 , tahun 2026) Alhamdulillah, aku seorang dokter anak, yang membuka praktek di rumah. Telah menikah dengan seorang ikhwan yang telah mendapat hidayah dari Allah beberapa tahun lalu sebelum kami menikah. Aku menikah pada saat umur 23 tahun, sebenarnya aku ingin menikah pada umur 25 tahun, namun ya...sudah ada yang melamar, mau diapain lagi? Ok, sebuah rumah mungil nan indah adalah tempat tinggalku bersama dengan seorang suami yang berinisial "F" dan kedua orang anak perempuan dan lak-laki. Yang perempuan bernama L...