Langsung ke konten utama

Per-Meeting-an Virtual



Semenjak adanya globalisasi (lah udah macam pembukaan tesis aja nih), jarak antar waktu tiada berarti. Kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang di belahan dunia manapun dengan waktu yang real time. Misalnya saya sedang berada di luar kota dan ternyata hari itu harus ada meeting volunteer, maka salah satu solusinya adalah dengan memakai zoom!

Selain bisa video dan voice, zoom juga memungkinkan kita untuk menampilkan slide presentasi, jadi bener bener bisa buat presentasi virtual. Teknologi memang membuat semuanya menjadi mudah ya :") kalau ngga salah aplikasi zoom ini ada yg versi berbayarnya kalau kalian mau lebih bamyak peserta dan lebih lawa waktunya.

Tapi overall ini sangat direkomendasikan buat meeting virtual kok!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.