Langsung ke konten utama

Jika mudah percaya

Kisah ini terjadi disebuah peternakan.
Seekor ayam jantan hidup bersama 10 ayam betina.
Sebagai satu-satunya pejantan tentu saja ia merasa bahagia.
Akan tetapi karena usia si ayam jago sudah tua dan sudah tidak terlalu produktif lagi, pemilik peternakan memutuskan untuk membeli ayam jago baru yang masih muda.
Suatu hari petani datang memasukkan satu ayam jago muda ke dalam kandang.
Terjadilah dialog antara ayam jago tua dan si jago muda yang pendatang baru.
"Wahai ayam jago muda, saya tidak mau dianggap anti regenerasi. Tapi saya juga tidak mau langsung menyerah. Bagaimana kalau kita lomba lari, kalau kamu menang kamu boleh jadi satu-satunya pejantan dan saya mengaku kalah!" ajak si ayam jago tua.



"Boleh saja!" jawab si Jago muda.
"Permainannya begini, saya akan berada setengah meter di depan kamu, lalu kamu kejar aku, kalau aku terkejar maka aku kalah." terang si Jago tua
"OK, mari kita mulai" tegas sang jago muda penuh keyakinan. Tantangan yang terlalu mudah, pikir si jago muda.
Singkat cerita akhirnya keduanya pasang posisi.
Si jago tua bergerak, si jago muda mengejar. Si jago tua melompat. Si jago muda masih mengejar.
Tak lama berselang...dor. Si jago muda terkapar mati tertembak.
Sang pemilik peternakan mengusap senapannya sambil marah-marah.
"Heran, ini ketujuh kalinya aku beli ayam jago muda, semua hanya tertarik pada si jago tua. Tidak ada yang tertarik sama betinanya!"

taken from : bisa! group on Facebook

Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.