Langsung ke konten utama

Review "How To Not Devastate Yourself?"


Image result for how to not devastated yourself buku
Saya mulai membaca buku ini dari bulan Februari, awalnya berniat untuk langsung menghabiskannya dalam 1 bulan, tapi ternnyata ngaret beberapa hari sehingga baru selesai akhir bulan Maret. Judul bukunya cukup gimana gitu ya, kalau kalian cari arti kata devastated artinya adalah hancur. Intinya, bagaimana untuk tidak menghancurkan dirimu? 

Sebuah buku yang saya pinjam cuma-cuma melalui aplikasi iPusnas ini berjudul seperti di judul tulisan saya dengan tambahan tulisan di atasnya "Lesson in Self Esteem". Mengapa membaca buku ini? Saya mulai mengenali diri saya secara lebih dalam semenjak lulus kuliah sarjana, saya mulai menerka-nerka karakter diri ini seperti apa, saya suka berteman dengan orang seperti apa, saya suka berada di lingkungan bagaimana, dan saya ingin diperlakukan seperti apa oleh lingkungan saya. Lalu apa hubungannya dengan buku ini? Salah satu hal yang saya mulai sadari adalah perilaku saya yang cenderung meng underestimate diri saya, saya sering merasa tidak lebih baik dari orang lain. Saat itulah saya merasa wah pasti ada yang salah nih karena semua orang mungkin selalu berkata kamu hebat kok fin, kamu pinter, kamu blablabla tapi kenyataannya saya tidak pernah merasa seperti itu.

Nah, berikut ini saya akan mencoba memasukkan beberapa noted point yang sealu saya tulis ketika saya selesai membaca :

Self esteem itu bukan berarti membanggakan diri sendiri atau menjadi sombong, tapi lebih ke menghargai diri kita sendiri. Ada beberapa kepercayaan yang dapat mempengaruhi Self esteem seseorang : mulai dari Appearance (terkadan penampilan bisa melihat seberapa self esteem kita) ,  Emotions (self esteem tinggi cenderung positive vibes, kalau yg self esteem rendah cenderung negatif vibes) , dan Behaviour (low self esteem-low self confidence).

Sebelum mempelajari tentang self esteem, pembelajaran ini dimulai dengan mengetahui apa itu self image. Self image itu apa yg kita pikirkan tentang diri kita dan yang orang lain pikirkan tentang kita. Self image ini bisa negatif dan positif tergantung lingkungan. Self image terbentuk dari self concept. 

Self concept itu terdiri dari self worth dan ideal self yang saling keterkaitan. Self concept akan terbentuk dari seberapa kita menghargai diri kita dan dikombinasikan dengan ideal self menurut kita. Self worth terbentuk mulai dari interaksi kita dengan orang tua kita saat kecil, kalau kita dapat masukan atau kata-kata positif, maka akan bisa meningkatkan self esteem. Sedangkan ideal self adalah sisi ideal yang kita inginkan dan bisa berubah-ubah tergantung lingkungan kita. 

Nah, setelah memahami konsep self concept dan self image, dalam buku itu dijelaskan terkait ingredients to make self-esteem, yaitu competence dan worthiness. Competence itu terkait fisik dan kognitif, worthiness itu tentang perasaan kita tentang diri kita, bisa dimulai dengan mencoba bertanya kepada diri kita seberapa valuable sih diri kita? Dan bisa dilihat juga salah satunya dari competence kita, dari hal tersebut kita bisa mulai belajar untuk menghargai apa yang kita punya dan meyakinkan diri kita bahwa kita itu worth loh sebenernya.

Jadi, sekarang kita hanya perlu memperbaiki framework berpikir kita tentang bagaimana sih kita menghargai diri sendiri? Dan ternyata menghargai diri sendiri itu bukan berarti sombong loh~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.