Langsung ke konten utama

Cuap-cuap Farmasi


apaansih tiba-tiba gue merasa kalo judul itu lebai haha dan gue have no idea juga sama judul lainnya yaudalah. 

dalam rangka acara presentasi ke 8 ttg ITB, jadi lah gue dan cesia -karena anak Sekolah Farmasi (SF) 2011 cuma berdua-, harus mencari-cari bahan buat presentasi mmm ga lebai juga sih orang prodinya juga cuma dua haha. oke jadilah gue kembali berpikir kenapa gue milih ini? soalnya kan ceritanya promosi ke adek kelas, masa yang promosi aja ogah-ogah an ngejalaninnya kan ga lucu haha oke mari kita lihat.

SEKOLAH FARMASI ITB 2011

hemm ceritanya panjang dan gue udah bosen haha kenapa gue bisa milih jurusan ini dari sekian banyak jurusan selain psikologi unpad yang udah fix gue pilih. haha.

then gue keterima alhamdulillah ya Allah, dan disana gue bertemu berbagai macam orang yang (ternyata) sangat mempunyai minat di bidang farmasi, semua orang mempunya mimpi mempunyai apotek, menjadi farmasis handal dan bla bla bla. sebenernya agak 'deg' banget, dimana gue have no dream at all di bidang ini, sejujurnya sebelum snmptn gue cuma pernah sekali ngebayangin apa yang kira-kira bisa bikin gue semangat belajar buat lulus snmptn, jadi gue ngebayangin gue punya kebun tanaman obat, terus ya gitu, jadi kalo ada keluarga gue yang sakit bisa gue racikin obat haha seru ga? iya seru, tapi pas masuk kuliah juga gue lupa.

oke balik lagi, jadi ceritanya semua orang ambisius juga ternyata disini -____-''. yaudah saat itu gue merasa yaudah gue jalani aja dulu, nanti juga gue tau gue harus gimana. then gue belajarlah 'pengantar farmasi dan kesehatan' dimana itu so cool~~

oh ya, sebenernya gue agak tertarik sama sesuatu yang berbau kesehatan sih, jadi dulu cita-cita sampe smp gue jadi dokter anak! gue bahkan pernah mikirin gue mau ngasih hadiah ke anak kecil tiap dateng ke gue haha. jadilah gue masih dikit berminat di bidang kesehatan, tapi gue membuang niat gue buat masuk kedokteran karena hemmm ya gue ga seniat itu juga haha, pernah pengen masuk keperawatan loh!! tapi gajadi juga haha yaudah akhirnya milih ini deh.

sejujurnya gue dalam menentukan mau masuk kuliah jurusan apa, ya ngeliat sih prospek kerja nya apa, tapi kadang itu tetep abstrak bagi gue, dan yang paling gue cari adalah : mata kuliah di jurusan itu. lagipula gue hemmm ya mau sih kerja, tapi menurut gue pribadi ya, gue lebih suka kalo apa yang gue pelajari bermanfaat buat orang, dan bisa gue aplikasi kan gitu, kan seru tuh iya ga? makanya, gue kadang ga mikirin sih lulus dari farmasi mau kerja dimana atau sebagainya, gue lebih seneng mikir 'apa yang bisa gue lakuin buat orang banyak setelah lulus dari sekolah farmasi' terutama sih keluarga, entah kenapa pengen banget, gue punya suatu keahlian haha kan jadi nilai plus juga tuh kalo mau nyari suami haha. 

oh ya, lanjut dari sekolah farmasi ya,
disana tuh ada 2 prodi : STF (Sains dan Teknologi Farmasi) sama FKK (Farmasi Klinik dan Komunitas) , nah kalo mau bikin obat yang macem-macem bentuknya dan kandungannya, masuklah silakan ke STF, karena kalian bisa jadi scientist. tapi kalo ke FKK , kalian itu menjalankan yang namanya pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian (ehm bahan uas kemaren) . jadi ya intinya kalian itu...

"Setelah menyelesaikan kuliah pada prodi ini, teman-teman diharapkan mampu melakukan praktek pelayanan kefarmasian (pelayanan produk dan klinik) sesuai dengan asas dan etika pharmaceutical care yaitu obat sampai ke tangan pasien dalam keadaan baik, efektif dan aman disertai informasi yang memadai agar penggunaannya untuk mencapai kesembuhan. Serta mampu berkontribusi aktif dalam mengevaluasi, menginterpretasi dan memberikan solusi pada uji penelitian pra-klinik dan klinik.
Sebagai ilustrasi sederhana, coba ingat-ingat, pernahkah teman-teman membeli obat ke apotek lalu mendapatkan penjelasan rinci dari apotekernya tentang kandungan isi obat, zat aktif apa yang ada di dalamnya, apa khasiat dan efek sampingnya baik jangka pendek ataupun jangka panjang, serta informasi rinci lainnya? Rasanya jarang bahkan belum pernah kan? Nah, pelayanan seperti inilah yang dipelajari dalam prodi ini dan perlu diperbaiki oleh para lulusannya. Pada skala yang lebih besar, pelayanan kefarmasian juga dilakukan dengan penyusunan kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan pasien." (http://www.itb.ac.id/usm-itb/Prodi/108.htm)

gaul kaaaan? hahahaha makanya gue pengen :3 ya setidaknya ada hubungannya sama sosial, kan seru tuh kalo kita tuh bermanfaat buat orang, intinya sih itu haha. sebenernya semua pekerjaan pasti ada efeknya sama orang, tapi kalo ini kan kayak lo terjun langsung gitu aaa seru ya semoga :3

yaudah itu aja sih sebenernya cuap-cuap tentang farmasi dari anak 'ingusan' di TPB ITB, yang sedang menunggu keluarnya nilai di ol.akademik.itb.ac.id

okee sekian, dan CMIIW :))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.