Langsung ke konten utama

Doa supergalau


"ya Allah hamba gatau harus gimana, ya Allah semoga ini yang terbaik buat kita berdua, kalau memang ini yang terbaik, lancarkanlah semuanya ya Allah, mudahkanlah kami, jagalah dan periharalah kami ya Allah. Tapi jika ini bukan yang terbaik, jauhkan kami ya Allah, jauhkan kami sejauh-jauhnya tanpa menyakiti satu sama lain ya Allah. hamba titipkan hubungan ini sama Engkau ya Allah yang hamba sayangi, berikanlah yang terbaik bagi hambaMu ya Allah amin"



-______-'' galau bener ya doanya jadi geli sendiri haha~
bakalan diprotes orang se-RT kali ya doa begituan, tapi itu kan curhat juga sama Allah, kenapa harus malu sama Tuhan sendiri, kita kan mau deket sama Allah jadi cerita aja apapun itu yang kita rasakan, bener ga sih ? (?) semoga---> (Y)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

19 Hari Lagi

Ya ampun ini blog jadi agak random wk maapin ((ya biarin aja lah ya)) Jiwa-jiwa fangirling bergejolak. Currently watching : Jadi ingin ke New York terus ga sengaja papasan sama artez korea. Thanks

Dokter dan Bahasa Awam

Halo, saya fina. hobi : pergi ke dokter. Sering banget loh pergi ke dokter, dan emang tingkat kepercayaanku sama dokter cukup tinggi, saya selalu percaya mereka lah perantara dari Allah untuk menyembuhkan kita -ya walaupun sebelumnya pasti kita akan melakukan self medication dulu, kalo nggak sembuh baru ke dokter-. setiap pergi ke dokter juga mayan excited, karena saya tau mereka pinter, dan yeah soon to be teman sejawat :)  Tapi, kemaren banget nih. pergi ke dokter di salah satu rumah sakit, dokter spesialis Gastrointestinal. Cerita detailnya panjang -ga juga sih-, tapi intinya : F : "Dok, kalau masuk angin gitu bagusnya sebenernya dikasih apa ya?" D : "Hmm saya sih nggak pernah tau istilah masuk angin ya, soalnya di buku-buku kedokteran juga nggak ada yang namanya masuk angin" terus langsung syok mayan sih, ceritanya kan saya orang awam dok,mana saya tau masuk angin di buku kedokteran apa? ya maksudnya kira-kira penyakit apa sih yang mungkin mun...

3 Hari Lagi

Aku sadar banget bahwa aku lebih memilih buat menulis daripada bicara. Mungkin seringkali karna ngga siap mendengar jawabannya kalau harus berbicara, kalau menulis kan banyak cara untuk "kabur" sebelum benar-benar siap membaca balasannya.